Di antara ratusan karya yang bersaing, sebuah cerita tentang ketangguhan perempuan dari kaki Gunung Rinjani berhasil mengantarkan nama Kabupaten Lombok Timur ke panggung penghargaan. Bukan melalui perjalanan panjang di ajang yang sama, melainkan dari langkah pertama seorang jurnalis video yang baru kali ini mencoba peruntungan di Sasambo Award.
Ratna Dewi, perwakilan Selaparang TV dari Kabupaten Lombok Timur, berhasil meraih juara tiga kategori Media Sosial melalui karya berjudul Perempuan Tangguh Sembalun Tumbuh Bersama Kemitraan.
Penghargaan itu diterimanya pada malam penganugerahan Sasambo Award 2026, Kamis malam, 8 Oktober 2026. Sebuah pencapaian yang bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi lembaga penyiaran tempatnya berkarya dan daerah yang diwakilinya.
Bagi Ratna, capaian ini memiliki arti tersendiri. Sebab, untuk pertama kalinya mengikuti ajang tersebut, ia langsung berhasil menembus nominasi dan membawa pulang penghargaan. Ia juga menjadi satu-satunya nomine yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur.
Di tengah persaingan yang ketat, karya tersebut harus berhadapan dengan berbagai cerita dan pendekatan jurnalistik dari peserta lain. Kategori Media Sosial yang diikutinya pun tidak hanya mempertemukan para kreator video, tetapi juga peserta dari latar belakang media yang berbeda, termasuk radio dan media sosial.
Namun, di balik penghargaan itu, ada hal yang lebih penting dari sekadar posisi juara. Ada keberanian untuk mencoba, kemauan untuk menyampaikan cerita, dan kesediaan untuk mengukur kemampuan diri di antara karya-karya terbaik lainnya.
Karya Perempuan Tangguh Sembalun Tumbuh Bersama Kemitraan mengangkat kisah perempuan-perempuan di Sembalun yang terus bertumbuh melalui usaha, kerja keras, dan kemitraan. Cerita tentang perempuan yang tidak sekadar bertahan, tetapi juga berusaha mengembangkan potensi dan memperluas peluang ekonomi bagi keluarganya.
Menariknya, semangat yang diangkat dalam karya tersebut seolah menemukan pantulannya dalam perjalanan Ratna sendiri. Seperti perempuan-perempuan yang diceritakannya, ia pun sedang bertumbuh melalui proses, kesempatan, dan keberanian mengambil langkah baru.
Pencapaian ini terasa semakin berarti karena Sasambo Award 2026 menjadi penyelenggaraan dengan cakupan yang lebih luas. PT Amman Mineral menghadirkan ajang penganugerahan tahun ini dalam skala yang menjangkau wilayah lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, yang selama ini dikenal melibatkan sejumlah daerah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Perluasan cakupan tersebut menghadirkan ruang persaingan sekaligus perjumpaan yang lebih besar bagi para insan media dan pembuat karya jurnalistik. Di ruang itulah, nama Selaparang TV dari Lombok Timur ikut tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan.
Tentu, kemenangan pertama bukan berarti perjalanan telah selesai. Masih ada kekurangan yang perlu dievaluasi, mulai dari penguatan gagasan, pendalaman cerita, hingga penyajian karya agar semakin tajam dan berdaya jangkau luas. Ratna menyadari bahwa setiap pencapaian selalu menyisakan ruang untuk belajar.
Sebab, dalam dunia jurnalistik dan produksi karya, hasil akhir tidak pernah berdiri sendiri. Ada proses mencari cerita, membangun sudut pandang, menyusun gambar, serta memastikan pesan yang disampaikan memiliki makna bagi penonton.
Banyaknya karya yang masuk dalam sebuah kompetisi juga menjadi pengingat bahwa setiap peserta datang dengan usaha dan harapannya masing-masing. Tidak semua karya memperoleh tempat di panggung penghargaan. Bahkan, peserta yang telah berulang kali mengikuti kompetisi pun bisa saja belum berhasil. Sebaliknya, pendatang baru dapat menemukan jalannya ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan dan kerja keras.
Itulah sebabnya, juara tiga ini patut disyukuri. Bukan karena perjalanan sudah mencapai puncaknya, melainkan karena langkah pertama telah menghasilkan sesuatu yang berarti.
Bagi Ratna Dewi, penghargaan ini bukan alasan untuk berhenti belajar atau merasa telah menjadi yang terbaik. Justru, capaian tersebut menjadi pengingat bahwa masih banyak cerita yang perlu digali, banyak sudut pandang yang perlu dipertajam, dan banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan karya yang lebih baik.
Dari Sembalun, sebuah cerita tentang perempuan tangguh menemukan jalannya hingga ke panggung penghargaan. Dan dari panggung itu pula, Ratna membawa pulang pelajaran sederhana: tidak semua perjalanan harus dimulai dengan pengalaman panjang. Terkadang, keberanian untuk mencoba adalah awal dari sesuatu yang lebih besar.
Sasambo Award 2026 menjadi catatan pertama dalam perjalanan kompetisinya. Sebuah pencapaian yang layak dirayakan, sekaligus pijakan untuk terus bertumbuh.
Sebab, setiap kemenangan memiliki ceritanya sendiri. Dan bagi seorang pendatang baru, langkah pertama yang berhasil bukanlah akhir perjalanan, melainkan alasan untuk melangkah lebih jauh.r
Komentar
0Belum ada komentar untuk artikel ini.